Skip to main content

Penderita Mikrotia Berpeluang Punya Daun Telinga Sempurna


Sel tulang rawan yang diambil dari telinga sendiri, lalu ditanam pada cetakan buatan, sebelum akhirnya dicangkokkan ke tempatnya

Beijing - Para ilmuwan di China mengkalim berhasil mengembangkan telinga yang kompatibel untuk dicangkokkan ke pasien. Menurut mereka, ini adalah inovasi baru, pertama di dunia dalam pengobatan regeneratif.

Telinga tersebut terbuat dari sel tulang rawan pasien itu sendiri, untuk kemudian dibentuk yang baru. Tim kemudian menerbitkan temuan mereka di jurnal EBioMedicine.

Lima anak penderita mikrotia -- di mana telinga luarnya tak sempurna -- telah menjalani operasi percobaan.
Anak pertama harus menjalani prosedur dua setengah tahun untuk membuktikan bahwa tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan cangkok, atau secara tidak sengaja menyerap sel baru tersebut.

Saat ini perawatan yang banyak digunakan untuk mikrotia adalah penggunaan telinga palsu prostetik, atau rekonstruksi tulang rusuk, yang memiliki hasil beragam.
Teknik baru ini dilakukan dengan pemindaian telinga anak yang tidak terdampak mikrotia, membalikkan dimensinya, mencetaknya dalam bentuk 3D atau 3 dimensi dengan tambahan lubang kecil.

Sel tulang rawan ini diambil dari telinga penerima lain -- yang juga tidak terpengaruh mikrotia -- yang kemudian digunakan untuk mengisi lubang tersebut, sementara proses pembuatan telinga baru masih dilakukan di laboratorium.

Selama lebih dari tiga bulan, sel-sel tulang rawan tersebut mulai tumbuh menyesuaikan bentuk cetakan dan otomatis memecahkan cetakan.

"Ini adalah penemuan yang sangat menarik," ungkap Tessa Hadlock, seorang ahli bedah plastik rekonstruktif di Massachusetts Eye and Ear Infirmary di Boston

"Studi ini menunjukkan, masih ada kemungkinan untuk memulihkan struktur telinga yang rusak," imbuhnya.
Kini para ilmuwan akan memantau para pasien bocah itu, setidaknya mengikuti perkembangan mereka dalam lima tahun untuk mengevaluasi keberhasilan prosedur tersebut.
Ilmuwan akan memeriksa keutuhan telinga dan memperbaiki prosedur pencangkokan, dengan harapan bisa menghasilkan bentuk daun telinga yang lebih alami.

Terinspirasi dari Tikus Bertelinga Manusia

Seekor tikus bertelinga manusia yang dikembangkan dari penelitian di laboratorium Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat.

Penelitian itu diakui oleh para ilmuwan karena terinspirasi dari 'tikus bertelinga manusia' atau disebut earmouse, tikus uji coba laboratorium yang memiliki telinga manusia di punggungnya.

Percobaan itu dilakukan pada tahun 1997 oleh sebuah tim peneliti dari Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Charles Vacanti.

Hasil penelitian memicu protes keras dari pecinta hewan dan kelompok agama, setelah mereka mempublikasikan foto tikus itu.

Sebenarnya, ada kesalahan pahaman mengenai teknik tersebut, dimana orang-orang menganggap bahwa si tikus telah direkayasa secara genetis agar telinga tumbuh di tubuhnya. Faktanya, kata tim, telinga itu dicangkokkan ke tikus.

BACA JUGA :

Comments

Popular posts from this blog

Perusahaan SpaceX Berhasil Meluncurkan Roket Terbesar dan Terkuat di Dunia

Roket terkuat di dunia milik SpaceX, Falcon Heavy meluncur saat penerbangan uji coba di Kennedy Space Center di Florida (6/2). Roket melesat menuju angkasa dari Kennedy Space Center, Florida Amerika Serikat. Perusahaan antariksa yang didirikan Elon Musk, SpaceX , berhasil meluncurkan roket terbesar di dunia Falcon Heavy pada 6 Februari waktu setempat. Disebut sebagai roket terkuat di dunia setelah Saturn V milik NASA, roket Falcon Heavy berhasil mengangkasa dari Launch Pad 39A Kennedy Space Center (KSC). Kapasitas angkut Falcon Heavy mencapai 64.000 kilogram, sekitar dua kali kapasitas muatan pesaing terdekatnya, Delta IV Heavy, yang dibangun oleh United Launch Alliance. Dalam misinya, roket 23 tingkat itu juga turut membawa mobil Tesla berwarna merah ke orbit Mars -- meski peluncuran tersebut masih merupakan uji coba. "Ini adalah uji terbang," ujar CEO SpaceX Elon Musk seperti dikutip dari Space.com, "Jika uji terbang berjalan, saya pikir kita akan si...

15 Jimat Keberuntungan dari Seluruh Dunia, Bisa Bawa Hoki?

Ilustrasi Maneki-Neko Demi memperoleh kebentungan, sebagaian orang masih percaya dengan adanya kekuatan dari sebuah jimat . Entah apapun bentuknya, benda yang mereka percaya sebagai pembawa keberuntungan ini akan selalu mereka simpan. Tak hanya disimpan di rumah, terkadang benda-benda yang dimaksud bisa dibawa ke mana-mana. Mulai dijadikan sebagai liontin kalung, di selipkan di dompet hingga diikat di pinggang. Maka dari itu tak heran, beberapa kebiasaan membawa jimat ini jadi pegangan turun-temurun. Bukan hanya masyarakat di Tanah Air yang percaya dengan benda-benda ini. Jimat dalam berbagai bentuk juga dipercaya oleh masyarakat yang tersebar di beberapa negara. Jika yang percaya adalah mereka yang tinggal di negara berkembang, mungkin akan dapat bisa dimaklumi. Namun, apa jadinya jika mereka yang tinggal di negara maju masih percaya dengan hal-hal semacam ini? Berikut 15 jimat yang dipercaya bawa keberuntungan di beberapa negara: 1. Maneki-Neko - Jepang Ilustra...

Pulau Ini Khusus Bagi Kaum Perempuan dan Terlarang untuk Kaum Laki-Laki

Ilustrasi Wanita Helsinki - Jika Anda ingin berlibur ke tempat wisata tanpa ada laki-laki, pergilah ke Pulau SuperShe. Di sana kaum Adam dilarang masuk. Tempat itu segera dibuka di pesisir Finlandia. Di sana, kaum hawa diundang untuk menginap selama beberapa hari atau minggu, sans dudes -- tanpa kehadiran para pria. New York Post menuliskan bahwa sang pendiri yang merupakan mantan konsultan Kristina Roth memikirkan gagasan menciptakan pulau khusus wanita setelah berlibur selama beberapa hari di California. "... Ide (Pulau SuperShe) adalah soal fokus pada diri sendiri..." Roth memutuskan ke Finlandia setelah jatuh cinta dengan seorang pria setempat. Tak disangka ia menyukai pulau yang awalnya tak menarik hatinya. Akan tetapi, begitu dia melihat tempat itu, dia jatuh cinta pada sebuat pulau utopis, lengkap dengan hutan, yang kini menjadi miliknya: SuperShe. Pada Juli 2018, sebuah sekelompok wanita yang disebut SuperShe akan membuka pulau yang digadang-gadang sebagai tem...